Prosedur Tetap Permohonan Pemeriksaan Depot Air Minum (Dam) Kabupaten Kotawaringin Barat


PENGERTIAN

  1. Air minum adalah air yang dapat diminum langsung atau air yang melalui proses pengolahan yang memenuhi syarat dan dapat langsung diminum.
  2. Keterangan Laik Hygiene Sanitasi Depot Air Minum adalah keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat kepada Badan Usaha yang mengelola Depot Air Minum,  dengan tujuan untuk mengendalikan faktor-faktor air minum, penjamah, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan lainnya.
  3. Depot Air Minum adalah Badan Usaha/kelompok/perorangan yang mengelola air minum untuk keperluan masyarakat dalam bentuk curah dan tidak dikemas.
  4. Permohonan baru adalah pendaftaran awal Depot Air Minum (DAM), dan dilakukan kegiatan inventarisasi data, inspeksi sanitasi dan pemeriksaan sample air. Surat keterangan laik hygiene sanitasi ”Sementara dapat diberikan apabila penilaian kegiatan tersebut diatas adalah Baik/Memenuhi Syarat
  5. Permohonan ulang adalah kegiatan lanjutan pemeriksaan Depot Air Minum (DAM). Kegiatan ini meliputi inventarisasi data, inspeksi sanitasi dan pemeriksaan sample air. Surat keterangan laik hygiene sanitasi ”Sementara” dapat ditingkatkan statusnya menjadi ”Tetap” apabila setelah 2(dua) kali pemeriksaan berkala hasil  penilaian kegiatan tersebut diatas adalah Baik/Memenuhi Syarat.
  6. Dinas Kesehatan adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat.

 

DASAR HUKUM

  1. Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat No. 07 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan;
  2. Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat No. 18 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata kerja SKPD Kabupaten Kotawaringin Barat.
  3. Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/MenKes/Per/IX/1990, tentang Persyarat  Kualitas Bersih;
  4. Keputusan Menteri Kesehatan No. 492/Menkes/SK/VI/2010 Tentang persyaratan Kualitas Air Minum;
  5. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 651/MPP/Kep/10/2004 tanggal 18 Oktober 2004 tentang Persyaratan Teknis Depot Air Minum dan Perdagangannya;
  6. Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah No. 517/1113/Disperindag tanggal 18 Nopember 2003 tentang Petunjuk Pembinaan dan Pengawasan Depot Air Minum ;
  7. Pedoman dan Pengawasan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum oleh Direktorat Penyehatan Air dan Sanitasi Depkes RI Tahun 2003.

 

KETENTUAN UMUM

1.  PERSYARATAN  

Persyaratan untuk mendapatkan “Surat Keterangan Laik Hygiene Sanitasi

  1. Mengisi formulir permohonan, dilampiri foto copy KTP,
  2. Kualitas air minum memenuhi syarat mikrobiologi, fisika dan kimia sesuai dengan PERMENKES NO: 492/MENKES/PER/IV/2010.
  3. Hasil Inspeksi Sanitasi (IS) baik/memenuhi syarat,
  4. Penjamah sehat, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter puskesmas setempat.

2.  PROSEDUR PELAYANAN DAN PROSES ALUR/MEKANISME

Pelayanan pengawasan dan pembinaan kualitas air Depot Air Minum dilakukan secara aktif oleh petugas Dinas Kesehatan/Puskesmas dengan kegiatan sebagai berikut :

  1. Inventarisasi data dimaksudkan untuk mengetahui data umum Depot Air Minum, yang meliputi nama Depot, nama pemilik/penanggung jawab, nama penjamah, jumlah karyawan, dan kapasitas produksi.  
  2. Inspeksi sanitasi (IS) dimaksudkan untuk mengetahui :
    • Kesehatan Lingkungan/pekarangan DAM
    • Kesehatan karyawan
    • Kebersihan tempat
    • Kapasitas produksi
    • Peralatan yang digunakan
    • Proses pengolahan air minum
    • Kualitas air baku
    • Asal bahan baku
  3. Sosialisasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No: 736/Menkes/Per/VI/2010 ttg Tatalaksana Pengawasan Kualitas Air Minum dan Permenkes No:492/Menkes/Per/IV/2010 ttg Persyaratan Kualitas Air Minum,  kepada pengusaha Depot Air Minum.
  4. Pemeriksaan sample air dengan cara pengambilan sample air untuk analisis mikrobiologi, fisiska dan kimia. Pengambilan sample air dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan/Puskesmas, sedangkan analisis laboratorium dilakukan di laboratorium yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat.
  5. Penerbitan Surat Keterangan Laik Hygiene Sanitasi dapat diberikan kepada pengusaha/pengelola apabila :
    1. Telah dilakukan Inspeksi Sanitasi (IS), dan dengan hasil BAIK/Memenuhi Syarat.
    2. Telah dilakukan pengambilan dan pemeriksaan sample air oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten/Puskesmas untuk dianalisis mikrobiologi, fisika dan kimia, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan adalah air memenuhi syarat sesuai dengan Permenkes No:492/Menkes/Per/IV/2010.
  6. Masa berlaku “Surat Keterangan Laik Hygiene Sanitasi” SEMENTARA selama 6 (enam) bulan dan TETAP selama 2 (dua) tahun, dan sesudah itu dilakukan peninjauan ulang.
  7. Depot Air Minum wajib dilakukan pengawasan/pembinaan secara berkala, pemeriksaan kualitas air ke laboratorium secara berkala, dan biaya ditanggung oleh pengusaha yang bersangkutan dengan masa waktu :
    1. Pemeriksaan mikrobiologi           :    1 kali / 3 bulan
    2. Pemeriksaan fisika dan kimia     :    1 kali / 3 bulan
    3. Pengawasan/pembinaan             :   1 kali / 3 bulan

Permohonan pemeriksaan/pengawasan dan keterangan Laik Hygiene Sanitasi Depot Air Minum, jika terjadi perubahan identitas Penjamah/alamat DAM, akan diperlakukan sebagai DAM Baru.

 

3.  PENANGANAN PENGADUAN

  1. Pengaduan Masyarakat/ Konsumen

Masyarakat/konsumen Depot Air Minum, apabila mengeluh/komplain karena kuialitas air minumm maka dapat dilakukan :

  1. Diadakan IS terhadap tempat usaha Depot Air Minum, untuk mengetahui proses pengolahan air apakah sudah benar atau tidak.
  2. Dilakukan pengambilan sample air untuk dianalisis bakteriologi, fisika dan kimia untuk mengetahui apakah kualitas air minum telah sesuia dengan Permenkes No :492/Menkes/Per/IV/2010.
  3. Hasil IS dan analisis laboratorium, disampaikan kepada masyarakt/konsumen.

     b.  Pengaduan Masyarakat Produsen       

Apabila masyarakat produsen Depot Air Minum mengeluh/komplain tentang pelayanan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat/Puskesmas, maka perlu diadakan dialog antara masyarakat produsen dengan petugas, hal tersebut dimaksudkan untuk menelaah masalah yang timbul dan mencari pemecahan maslah serta perlu adanya kesepakatan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

4. MEKANISME PENDAFTARAN

a.  Pendaftaran Baru

Pemohon mengajukan permohonan pemeriksaan Depot Air Minum (DAM) ke Puskesmas setempat dengan berkas meliputi :

  1. Mengisi formulir permohonan pemeriksaan dengan melampirkan photo copy KTP ybs,
  2. Surat Keterangan Sehat Penjamah dari dokter Puskesmas setempat,
  3. Surat Pernyataan kesediaan pemohon/pemilik untuk dilakukan pemeriksaan/ pengawasan (Dam baru/berkala) termasuk pembiayaan kegiatan pemeriksaan dan atau pengawasan tsb.
  4. Surat rekomendasi dari Asosiasi DAM Kab. Kotawaringin Barat *)
  5. Setelah dilakukan pendataan, dilakukan kunjungan lapangan diikuti pengambilan sample air dan Inspeksi Sanitas ( IS )
  6. Hasil kunjungan lapangan, pada Item pemeriksaan yang tidak memenuhi ketentuan/persyaratan harus diperbaiki.
  7. Semua berkas permohonan diteruskan Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat untuk di tindak lanjuti.
  8. Hasil kunjungan lapangan (investigasi data dan IS) dan pemeriksaan laboratorium yang memenuhi ketentuan/persyaratan dapat diterbitkan surat keterangan Laik Hygiene Sanitasi ”Sementara” DAM.

 

b.  Pendaftaran Ulang

Pemohon mengajukan permohonan pemeriksaan ulang Depot Air Minum (DAM) ke Puskesmas setempat dengan berkas meliputi :

  1. Mengisi formulir permohonan pendaftaran pemeriksaan dengan melampirkan photo copy  KTP ybs,
  2. Surat Keterangan Sehat Penjamah dari dokter Puskesmas setempat,
  3. Surat Pernyataan kesediaan pemohon/pemilik untuk dilakukan pemeriksaan/ pengawasan (Dam baru/berkala) termasuk pembiayaan kegiatan pemeriksaan dan atau pengawasan tsb.
  4. Surat rekomendasi dari Asosiasi DAM Kab. Kotawaringin Barat *)
  5. Setelah dilakukan pendataan, dilakukan kunjungan lapangan diikuti pengambilan sample air dan IS
  6. Hasil kunjungan lapangan, pada Item pemeriksaan yang tidak memenuhi ketentuan/persyaratan harus diperbaiki.
  7. Semua berkas permohonan diteruskan Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat untuk di tindak lanjuti.

 

Permohonan pemeriksaan/pengawasan dan keterangan Laik Hygiene Sanitasi Depot Air Minum, jika terjadi perubahan identitas Penjamah/alamat DAM, akan diperlakukan sebagai DAM Baru.

 

BIAYA

Sesuai Peraturan Daerah Kab.Kotawaringin Barat Nomor 14 Tahun 2012 tanggal 25 Januari 2012 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat dan Laboratorium Kesehatan Daerah.

Untuk mendapatkan “Surat Keterangan Laik Hygiene Sanitasi”, biaya yang dibebankan kepada pemohon/pemilik DAM antara lain :

  • Biaya analisis laboratorium
  • Pemeriksaan mikrobiologi                                         Rp.    25.000,- x 2 sampel
  • Pemeriksaan fisika dan kimia                                    Rp.  135.000,- x 2 sampel
  • Surat keterangan sehat dokter Puskesmas                 Rp     10.000,-
  • Transport IS dan pengambilan sample ke lokasi DAM (menggunakan standart      perjalanan dinas).

Sedangkan untuk kegiatan pengawasan/pembinaan secara berkala, biaya yang    dibebankan kepada pemohon/pemilik DAM antara lain :

  1.  Biaya analisis laboratorium

Pemeriksaan mikrobiologi                            Rp      25.000,- x 1 sampel 

Pemeriksaan fisika dan kimia                       Rp.   135.000,- x 1 sampel

      b.  Transport IS dan pengambilan sample ke lokasi DAM (menggunakan standart

           perjalanan dinas).

 

PROSEDUR DAN MEKANISME PELAYANAN :

ALUR PENDAFTARAN BARU DEPO AIR MINUM (DAM)

 

ALUR PENDAFTARAN ULANG DEPO AIR MINUM (DAM)

 

PRODUK PELAYANAN :

Surat Keterangan Laik Hygiene Sanitasi Depot Air Minum ( DAM )



Komentar

Tinggalkan komentar