Siklus Kembang Biak Nyamuk lebih Cepat


Siklus Kembang Biak Nyamuk lebih Cepat

Perubahan iklim yang terjadi belakangan patut diwaspadai. Pasalnya hal itu dapat mengakibatkan terjadinya perubahan siklus perkembangan beberapa vektor atau nyamuk perantara virus penyakit. Oleh karena itu masyarakat dihimbau agar tetap melaksanakan 3M plus yakni menutup, menguras dan menimbun.
Kepala Bidang pengendalian masalah Kesehatan Dinkes Kobar, Syamsudin menagtakan, 3M sebaiknya ditingkatkan dari yang sebelumnya satu minggu sekali menjadi empat hari sekali. Beberapa nyamuk pembawa penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria dan chikungunya besar kemungkinan masih banyak bertelur dan melakukan lebih banyak gigitan akibat terjadinya perubahan iklim ini.
Ia melanjutkan, perubahan iklim ini patut diwaspadai. Ada dua hal penting diperkirakan akan terjadi. pertama suhu lingkungan meningkat, nyamuk-nyamuk pembawa penyakit lebih cepat bertelur.
Jadi konsep 3M plus itu sudah tidak berlaku lagi. Sebab kalau satu minggu sekali diterapkan maka jentik nyamuk sudah pasti tumbuh berkembang dalam waktu 6 hari. 3M plus harus diterapkan empat hari sekali,” terang Syamsudin di ruang kerjanya, Rabu (9/10) lalu,
Yang kedua, lanjut Syamsudin tubuh nyamuk lebih kecil dari biasanya  karena perubahan iklim. Ukuran biasa, nyamuk hanya perlu satu kali gigitan untuk menetaskan telurnya. Namun, akibat tubuh nyamuk lebih kecil nyamuk memerlukan beberapa kali gigitan untuk menetaskan telurnya. Yang artinya gigitan nyamuk akan lebih banyak dari biasanya.
“Kalau frekuensi gigitan nyamuk meningkat. Itu kemungkinan penularan penyakit juga semakin besar. Yang membahayakan adalah penyakit chikungunya. Sebab chikugunya ini bisa disebabkan oleh banyak nyamuk. Baik aedes aegypti, aedes albopictus, anoples, culex dan mansonia. Tapi DBD dan malaria juga patut diwaspadai,” tuturnya.
Dalam waktu dekat Universitas Indonesia (UI) dan Kementerian Kesehatan akan melakukan penelitian mengenai adaptasi perubahan lingkungan di tiga Kabupaten di Kalimantan Tengah. Salah satunya di Kobar. Tiga Kabupaten di Kalteng itu adalah Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), Barito Utara. (Sumber Radar Sampit, 14 Oktober 2013)



Komentar

Tinggalkan komentar